Thursday, August 9, 2018

Kapan Memakai Bwd Untuk Pemupukan Tanaman Jagung?


Cara Menggunakan BWD untuk Pemupukan Jagung --- Kapan dan bagaimana memakai skema warna daun (BWD) untuk memupuk tumbuhan jagung? Ini yaitu pertanyaan yang tepat. Sebab, BWD yang dipakai tidak sempurna waktu dan cara memakai yang keliru akan menjadikan produksi tumbuhan jagung rendah dan sanggup saja biaya pupuk menjadi boros.

Cara Menggunakan BWD untuk Pemupukan Jagung Kapan Menggunakan BWD untuk Pemupukan Tanaman Jagung?
Ilustrasi Bagan Warna Daun (BWD), Gambar : Dokpri

Pertumbuhan jagung yang subur dan produksinya tinggi sangat ditentukan oleh kecukupan unsur hara sepanjang fase pertumbuhannya. Mulai dari semenjak masih bibit, pembungaan, hingga dengan pengisian biji, tumbuhan jagung butuh hara yang tepat


Perlu aplikasi N susulan pada tumbuhan jagung

Makanya, pemupukan jagung dilakukan dalam beberapa kali susulan terutama sekali pupuk yang mengandung unsur hara nitrogen (N). Sebab, tumbuhan jagung akan menyerap hara N secara terus menerus hingga pengisian biji dan pematangan biji.

Di samping alasan itu, kita tau, setiap kali unsur N diberikan, tidak seluruhnya sanggup diserap tumbuhan jagung. Sebab, unsur N gampang sekali hilang menyerupai menguap, tercuci, dan lainnya. Oleh alasannya itu, pemupukan dengan pupuk yang mengandung N diberikan secara sedikit demi sedikit semoga tidak kekurangan.


Perubahan warna daun jagung

Ketika tumbuhan jagung “lapar” atau “kenyang”  dengan nutrisi,  ia akan “berbicara” dengan petani dengan memperlihatkan gejala tertentu pada organ tubuhnya. Tanda-tanda tersebut harus cepat dimengerti supaya petani sanggup mengambil tindakan cepat untuk menjaga kesuburan pertumbuhan tumbuhan jagung.

Tanaman jagung yang mengalami kekurangan dan kelebihan N akan memperlihatkan tanda menyerupai perubahan warna pada daunnya. Jika kekurangan N akan menjadikan daun berwarna pucat dan kekuningan (khlorosis) terutama pada ujung daun dan melebar ke tulang daun.

Demikian juga dengan kelebihan N pada tumbuhan jagung, ia akan memperlihatkan sinyal melalui daunnya. jikalau unsur N tersedia dan diserap dalam jumlah berlebih, maka  warna daun tampak hijau gelap/tua.


Fungsi nitrogen untuk tumbuhan jagung

Apa fungsi unsur hara N pada tumbuhan jagung? Berikut ini fungsi unsur N untuk tumbuhan jagung.
  • Memacu pertumbuhan vegetatif (batang dan daun) tumbuhan jagung
  • Untuk membentuk khlorofil sehingga warna daun tumbuhan jagung lebih hijau
  • Untuk pembentukan lemak dan protein pada biji jagung
  • Untuk pembentukan enzim dan senyawa-senyawa penting lainnya dalam jaringan tumbuhan jagung

Gejala dan resiko kekurangan N pada tumbuhan jagung
  • Warna daunnya hijau muda hingga kekuningan
  • Tanaman jagung tumbuh lambat dan juga kerdil
  • Daun-daun bau tanah akan kuning, kering, dan bahkan sanggup beresiko mati

Gejala dan resiko kelebihan N pada tumbuhan jagung
  • Warna daun hijau gelap dan lebar
  • Tanaman jagung lunak dan gampang rebah
  • Pematangan biji menjadi lebih lama
  • Tanaman jagung beresiko gampang terjangkit penyakit

Cara Menggunakan BWD untuk Pemupukan Jagung Kapan Menggunakan BWD untuk Pemupukan Tanaman Jagung?


Bagan Warna Daun (BWD) Tanaman Jagung

Baik, kita kembali ke skema warna daun (BWD) tumbuhan jagung. BWD ini merupakan alat untuk mengukur tingkat/level warna daun jagung.

BWD terdapat 4 nilai skala mulai dari 2,3,4 dan 5. Masing-masing skala memperlihatkan tingkat warna daun jagung mulai dari hijau muda (kuning kehijauan) hingga hijau gelap.


Apa fungsi BWD?

Bagan warna jagung daun bahwasanya yaitu alat bantu saja untuk mengukur kadar kecukupan nitrogen (N) pada jagung. Dengan memakai BWD ini diperlukan pemupukan N menjadi lebih tepat. 

Jadi, fungsi dari BWD yaitu untuk mengukur warna daun tumbuhan jagung sehingga sanggup diprediksi kebutuhan pupuk yang mengandung N. Salah satu pupuk yang mengandung N dan familiar dengan petani yaitu pupuk urea.


Kelebihan pakai BWD dalam memupuk jagung

  • Dosis pupuk yang dipakai lebih tepat
  • Pertumbuhan jagung lebih subur dan produksinya optimal
  • Dapat menghemat biaya pemupukan

Namun, alat BWD dalam penggunaannya harus betul-betul memahami cara pengambilan sampel tumbuhan jagung semoga sanggup terwakili kondisi semua populasinya. Di samping itu, butuh ketelitian dalam membandingkan warna daun jagung dengan warna yang tertera pada BWD.


BWD Hanya untuk pupuk tumbuhan jagung susulan II

Kapan BWD dipakai untuk pemupukan tumbuhan jagung? Bagan warna daun (BWD) secara khusus dipakai ketika ingin melaksanakan pemupukan tumbuhan jagung pada susulan II, yaitu 6 Minggu sehabis tanam. 

Waktu susulan II ini sebetulnya sangat tergantung varietas jagung, sanggup saja rentang waktu pemupukan susulan II gres sanggup dilakukan ketika 40-50 hari sehabis tanam.

Yang jelas, ketika hendak melaksanakan pemupukan susulan II, pemantauan warna daun jagung dengan BWD perlu dilakukan semoga sanggup diambil tindakan sempurna apakah perlu penambahan N atau tidak sama sekali. Sebab, memasuki fase generatif ini sangat memilih tinggi rendahnya produksi jagung nantinya.

Perlu dicatat bahwa BWD tidak dipakai pada dukungan pupuk tumbuhan jagung dikala tanam dan susulan I. Jadi, sekali lagi, BWD jagung ini khusus untuk susulan II.


Cara Menggunakan BWD tumbuhan jagung

Agar aplikasi pupuk yang didasarkan pada pengukuran BWD menawarkan hasil kasatmata pada tumbuhan jagung, cara penggunaan BWD harus tepat.

Bagaimana cara memakai BWD? Berikut ini Sobat sanggup melihat langkah-langkahnya.
1.  Tentukan lahan tumbuhan jagung yang akan dimonitor kecukupan unsur hara N
2.  Pilihlah sampel tumbuhan jagung secara random/acak paling sedikit sebanyak 20 tanaman. Ke-20 sampel tersebut harus sanggup mewakili kelompok tumbuhan jagung yang dinilai seragam kondisinya pada luasan lahan/areal yang akan dinilai/diukur.
3.  Ukur nilai warna daun tumbuhan jagung (daun ketiga dari atas yang telah terbuka) dengan cara meletakkan 1/3 ujung daun ke atas panel BWD.
4.  Bandingkan warna daun jagung dengan skala warna yang terdapat pada BWD dan jangan lupa dicatat nilainya (nilai skala BWD 2,3,4 dan 5). Catatan ; jikalau warna daun yang diukur berada antara 2 dan 3, maka nilainya 2,5, jikalau 3 dan 4 nilainya 3,5, dan jikalau 4 dan 5 nilainya 4,5.
5.  Setelah ke-20 sampel tumbuhan jagung diukur, maka jumlahkan nilainya. Kemudian alhasil dirata-ratakan.

6.  Nilai rata-rata skala warna BWD yang telah diukur dipakai untuk memilih takaran pupuk N (urea) tumbuhan jagung. Caranya, sesuaikan nilai rata-rata BWD tersebut dengan takaran pupuk yang tertera pada Tabel alat BWD.

Tabel Skala Warna Daun Tanaman Jagung pada BWD dan Dosis Pupuk Urea

Jagung Hibrida

Skala BWD
Dosis Pupuk Urea  (Kg/Hektar)
< 4
150
4 – 4,5
125
> 4,5
100

Jagung Komposit


Skala BWD
Dosis Pupuk Urea  (Kg/Hektar)
< 4
50
4 – 4,5
25
> 4,5
0



Baca juga ini :



Tips Monitor jagung dengan BWD

  • Lakukan pengukuran warna daun jagung pada pagi hari yang cerah
  • Jangan lakukan pengukuran pada kondisi gelap/mendung atau hujan
  • Lindungi daun dan alat BWD jagung dengan cara membelakangi matahari pada dikala pengukuran skala warna dengan BWD
  • Lakukan pengukuran sampel daun jagung dalam waktu dan hari yang sama (tidak ada batas waktu tenggang antara satu sampel dengan sampel lain)
  • Pastikan tumbuhan jagung tidak kekurangan unsur-unsur hara lainnya

Sumber https://pupuklahan.blogspot.com/
Comments


EmoticonEmoticon