Friday, August 4, 2017

Menyulap Lumpur Got Untuk Pupuk Organik Dan Media Tanam

Lumpur Got Untuk Pupuk dan Media Tanam -- Rasanya tak habis-habis sumber pupuk organik jikalau kita rajin menggalinya. Untuk kali ini, kembali kita coba “mengajak” si lumpur got/selokan yang berwarna hitam legam “bersahabat” dengan tanaman. Sahabat untuk mencukupi kebutuhan hidup tanaman. Sebab, lumpur got hasil buangan limbah domestik yang kaya dengan unsur-unsur hara yang mempunyai kegunaan untuk menyuburkan lahan dan tanaman. Jadi, lumpur got sanggup “disulap” untuk media tanam dan juga pupuk organik (kompos).

habis sumber pupuk organik jikalau kita rajin menggalinya Menyulap lumpur Got Untuk Pupuk Organik dan Media Tanam
Lumpur Got. Gambar : Dokpri

Bukankah lumpur itu limbah yang berbahaya bagi lingkungan? Tepat sekali! Itulah sebabnya mengapa kita harus memanfaatkannya biar sanggup mengurangi beban lingkungan sekaligus kita manfaatkan untuk sumber hara dalam bidang pertanian.

Sepertinya postingan sebelumnya sudah panjang lebar membahas ihwal limbah domestik yang mengalir dan mengendap dalam selokan atau got. Tapi, sekadar untuk review, tidak mengapalah kalau kita coba menyarikan kembali sedikit ihwal limbah domestik.


Limbah domestik

Limbah domestik mungkin masih saja ada dan mengalir ke dalam selokan selama nafas dan jantung insan masih berdetak. Sebab, segala acara kehidupan rumah tangga mulai dari dapur, mandi, basuh dan toilet akan mengalir menuju selokan. Sisa nasi, daging, susu, minyak, dan lainnya mengendap dan ada juga yang dibawa air nan jauh hingga ke laut.

Baca juga ini :

Selokan menjadi daerah penampungan limbah domestik yang terdiri dari cairan dan padatan. Yang terbanyak sifatnya cair dan selebihnya padatan. Yang cair itu ‘kan asalnya dari kegiatan mandi, mencuci, dan air seni atau yang bekerjasama dengan toilet. Yang padat menyerupai protein, karbohidrat, minyak dan lemak, garam-garam dan mungkin juga yang bersifat logam dan plastik.


Lumpur got itu apa dan ada apa?

Jadi limbah domestik yang masuk dan mengendap di dalam got atau selokan  itu berjulukan lumpur, tepatnya lumpur got. Dalam lumpur itu masih juga bercampur lagi dengan pasir dan debu. Hari ke hari lumpur semakin bertambah banyak dan tebal mengedap. Dan di sana pula daerah “bermain riang gembira” mikroorganisme menyerupai bakteri, jamur, dan juga protozoa mengurai bahan-bahan organik sebagai masakan empuk bagi mereka.

Sudah barang tentu hasil degradasi materi organik oleh mikroorganisme menghasilkan zat-zat anorganik menyerupai N, P, K, Ca, dan lain-lain. Di samping menghasilkan zat-zat penting itu, mikroorganisme baik yang patogen maupun yang non-patogen meninggalkan bau yang tidak sedap.

Bau bau (berupa gas menyerupai H2S) merupakan hasil dari dekomposisi yang tidak tepat dalam lumpur got yang pekat itu. Mengapa tidak sempurna? Karena dalam air selokan adanya keterbatasan kandungan oksigen (baik secara biologis maupun kimia), suhu, pH dan kondisi lainnya untuk merombak bahan-bahan organik yang jumlahnya sangat banyak dan terus bertambah setiap saat.


Lumpur got untuk media tanam dan pupuk organik

Nah, melihat lumpur got itu sungguh bermanfaat. Jangan lihat warna hitamnya, tapi lihatlah kegunaannya di balik bau dan warnanya. Lumpur selokan rupanya sanggup dimanfaatkan untuk media tanam/media tumbuh dan juga sebagai pupuk organik.

Media tanam dari lumpur selokan sanggup meningkatkan pertumbuhan tumbuhan menyerupai cabai, tomat, bayam, selada, sawi seledri, dan jenis tumbuhan sayuran lainnya. Bahkan, hasil panennya menjadi lebih optimal lantaran memanfaatkan lumpur selokan sebagai media tanam dan juga pupuk organik. Hal ini tidak terlepas lantaran lumpur itu banyak materi organik, nutrisi, dan juga media tanam menjadi lebih poros atau aerasinya lebih baik.

Pertanyaannya, bagaimana “menyulap”  lumpur got sehingga mempunyai kegunaan sebagai media tanam dan pupuk organik berupa pupuk kompos? Nah, inilah yang ditunggu-tunggu. Tapi ingat, untuk memanfaatkannya, dihentikan sembarangan. Lumpur selokan yaitu limbah yang parameter kimia dan fisika belum toleran dengan lingkungan normal.


CARA MENGOLAH LUMPUR GOT

A. Untuk Media Tanam

Agar sanggup dijadikan sebagai media tanam dan sanggup juga untuk media semaian, maka lumpur selokan harus diproses lebih dahulu. Ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dan juga menghilangkan bahan-bahan bernafsu menyerupai logam, kerikil, sampah-sampah plastik dan lainnya sebagai materi pengotor.


Langkahnya begini :

  • Ambil lumpur sebanyak yang diinginkan dengan memakai cangkul atau skop dan tampung dalam karung plastik. Gunakan karung bekas yang ada lubang pori biar air sanggup keluar.
  • Biarkan lumpur dalam karung 2-3 hari biar air terpisah semuanya dari lumpur
  • Setelah itu, keluarkan lumpur dari dalam karung dan tumpukkan pada lantai atau tanah. Tapi, tempatnya harus terlindungi dari terpaan hujan.
  • Biarkan tumpukan lumpur itu dan angin-anginkan selama 3-4 hari biar lumpur menjadi kering. Balik-balik tumpukan lumpur itu setiap hari biar cepat kering.
  • Ayak lumpur yang sudah kering itu dengan memakai ayakan ukuran 10 mess (2mm). Ini bertujuan biar kerikil, logam, dan materi bernafsu lainnya tidak terikut dalam media tanam nantinya.
  • Campurkan lumpur yang telah diayak itu dengan tanah dengan perbandingan 1:1
  • Terakhir, terserah Anda. Mau dipakai eksklusif sebagai media tanam atau disimpan      dulu beberapa waktu, silahkan. Demikian.

habis sumber pupuk organik jikalau kita rajin menggalinya Menyulap lumpur Got Untuk Pupuk Organik dan Media Tanam
Lumpur Got Sudah Kering. Gambar : Dokpri





B. Untuk pupuk organik (kompos)

Manfaat lainnya dari lumpur got yaitu sanggup dijadikan sebagai pupuk organik, yaitu pupuk kompos. Pupuk kompos dengan kandungan unsur hara makro dan mikro yang relatif tinggi ini sanggup untuk pemupukan susulan tanaman. Bahkan, ada lagi produknya dari limbah got itu, yaitu pupuk organik cair (POC). Tapi, untuk POC akan dibahas pada postingan yang lain.

Langkah menciptakan pupuk kompos dari lumpur got begini :
  • Sediakan lumpur yang sudah diangin-anginkan dan juga sudah diayak sebanyak 100 kg
  • Sediakan juga pupuk sangkar 20 Kg dan sekam padi sebanyak 10 Kg
  • Campurkan lumpur got, pupuk kandang, dan sekam padi. Aduk hingga bercampur rata.
  • Siramkan dengan bakteri Effective Microorganism (EM4). Caranya, 100 ml EM4 ini dicampurkan dulu dengan air gula atau molase (+/- 100 gram gula + air). Air secukupnya saja untuk menyiram adonan lumpur got tadi.
  • Siramkan ke tumpukan adonan lumpur got secara perlahan-lahan, jangan hingga becek ataupun kering. Ya, cukup sekadar membasahi saja, tapi merata. Aduk-aduk biar merata 
  • Masukkan dalam karung atau daerah kotak yang sudah disediakan.
  • Tutup rapat dan dibuka sebentar +/- 5 menit setiap hari (selama 3) hari.agar temperatur/suhu menurun. Lihat juga kondisi kelembaban campuran. Jika kering, siramkan lagi dengan larutan EM4.
  • Hari ke-4 hingga hari ke-5 jangan disentuh alias jangan dibuka sama sekali. 
  • Hari ke-6 dibuka tumpukan adonan lumpur got itu dan jangan ditutup lagi.
  • Hari ke-7 bongkar/keluarkan pupuk kompos yang sudah jadi itu dan angin-anginkan biar suhu turun dan kadar air rendah.
  • Jika mau ukuran butiran pupuk kompos itu lebih halus dan seragam, boleh diayak lagi sesuai ukuran yang diinginkan.

Baca juga ini :

Pupuk organik padatan atau pupuk kompos dari lumpur got/selokan sudah jadi dan siap untuk dipakai untuk pupuk dasar atau pupuk susulan pada tumbuhan sayuran atau pun tumbuhan buah. Demikian semoga bermanfaat. Salam buat sobat-sobat semua dan semoga sukses selalu..Amiin..


Sumber https://pupuklahan.blogspot.com/
Comments


EmoticonEmoticon